Rapat Koordinasi Pra-Raker BAPOMI DIY 2018

Dipublikasikan pada 23 February 2018 oleh Official Bapomi

Rapat Koordinasi dalam rangka Pra-Rapat Kerja Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BAPOMI DIY) telah berlangsung pada hari Rabu, 21 Februari 2018 pukul 12.30 sampai dengan 15.30 WIB di Ruang Sidang Pimpinan Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus BAPOMI DIY periode 2018 – 2021 dan dibuka oleh Ketua Umum terpilih, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr.

Beberapa pokok bahasan yang didikusikan pada kegiatan kali ini adalah strategi pembentukan pengurus BAPOMI DIY yang melibatkan unsur pimpinan perguruan tinggi, tenaga kependidikan, dan pelaksana administratif, beserta penjelasan tupoksi masing-masing. Rapat juga membahas mengenai penguatan peran BAPOMI DIY sebagai wadah untuk membangun sinergi Perguruan Tinggi di bidang olahraga.

Dalam kegiatan tersebut ditegaskan pula tentang kontribusi BAPOMI DIY dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Dengan diadakannya rapat koordinasi, diharapkan seluruh pengurus BAPOMI DIY periode 2018 – 2021 memiliki kesamaan visi dan semangat untuk saling bekerjasama serta berkontribusi dalam pembinaan olahraga, dalam rangka pencapaian prestasi olahraga dan pembentukan karakter Mahasiswa DIY.

POMNAS 2013 Di UNY

Dipublikasikan pada 18 March 2015 oleh Official Bapomi

 

RAPAT PENYUSUNAN PROGRAM KERJA BAPOMI DIY

Dipublikasikan pada 18 March 2015 oleh Official Bapomi

Rapat penyusunan Program Kerja dilaksanakan pada hari Kamis 12 Maret 2015 di Grha Sabha Pramana UGM.

Tim dibagi menjadi 3 bidang yaitu bidang organisasi dan keanggotaan, bidang pembinaan prestasi dan bidang dana dan kerjasama. Bidang organisasi dan keanggotaan meliputi : Seksi pengembangan organisasi, seksi keanggotaan, seksi humas, dan kesekretariatan. Bidang pembinaan prestasi meliputi : seksi penelitian dan pengembangan, dan seksi pelatihan dan kompetisi. Bidang dana dan kerjasama meliputi : Seksi dana dan usaha dan seksi kerjasama serta bendahara umum dan wakil bendahara

Biola WR Soepratman, Saksi Bisu Kongres Pemuda

Dipublikasikan pada 30 October 2014 oleh Official Bapomi

86 Tahun silam, gesekan biola dari tangan Wage Rudolf (WR) Soepratman bergema di Gedung Indonesisch Huis Kramat (kini bernama Gedung Kramat 106/Museum Sumpah Pemuda). Tiap nada yang menjadi cikal bakal lagu kebangsaan Indonesia Raya itu didengarkan dengan khidmat oleh para pemuda yang memenuhi gedung tersebut kala itu.

Setelah musik dari gesekan biola terhenti, Sumpah Pemuda pun dikumandangkan. Sejak saat itu, hidup WR Soepratman tak lagi tentram.

Seperti ditulis Anthony C Hutabarat dalam bukunya yang berjudul, Meluruskan Sejarah dan Riwayat Hidup Wage Rudolf Soepratman: Pencipta Lagu Kebangsaan Republik Indonesia. Gerak-gerik Soepratman selalu diawasi dan dibuntuti oleh polisi rahasia Belanda (RID).

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan. Namun Soepratman tidak sempat menikmati suasana itu. Dia meninggal dunia pada 17 Agustus 1938.

Sementara biola di tangan WR Soepratman itu menjadi saksi bisu perjuangan para pemuda untuk mempersatukan Indonesia. Hingga puluhan tahun berlalu, Indonesia Raya dan Sumpah Pemuda masih abadi di ingatan rakyat.

Biola karya Nicolaus Amateus Fecit itu terbuat dari 3 jenis kayu. Yakni jati Belanda, mapel Italia, serta kayu eboni Afrika Selatan. Kini biola itu tersimpan di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya No 106, Jakarta Pusat. Biola itulah yang digunakan untuk menciptakan lagu Indonesia Raya.

“Biola ini diperoleh WR Soepratman tahun 1994 dari WM Van Eldick sebagai hadiah ulang tahun,” kata Kepala Museum Sumpah Pemuda Agus Nugroho 24 September 2014 lalu.

Dia mengatakan, biola WR Soepratman termasuk model Amatus dan berukuran 4/4 atau standar. Panjang badan biola itu yakni 36 centimeter, lebar badan bagian terlebar 20 centimeter dan 11 centimeter pada bagian tersempit, tebal tepian 4,1 centimeter dan tebal bagian tengah 6 centimeter.

Namun saat ini yang dipajang di Museum Sumpah Pemuda hanya replika biola WR Soepratman. Hal ini dilakukan untuk menjaga biola yang asli.

Setiap 2 bulan sekali, pengelola museum melakukan konservasi atau perawatan biola tersebut. Tak cuma biola, Museum Sumpah Pemuda juga menyimpan koleksi foto-foto kegiatan berbagai organisasi pemuda dan piringan hitam Indonesia Raya.

Sumpah pemuda diikrarkan 86 tahun silam, yakni pada 28 Oktober 1928 dalam sebuah kongres. Kongres Sumpah Pemuda ini diselenggarakan oleh berbagai organisasi Indonesia, yakni Jong Java, Jong Soematra, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia.

Rumusan sumpah pemuda merupakan bentuk identitas nasional yang menjadi simbol persatuan dalam menggalang kekuatan untuk menghadapi kekuatan kolonial kala itu.

Rakernas Bapomi 2013 di Yogyakarta

Dipublikasikan pada 30 October 2014 oleh Official Bapomi

“Terimakasih kepada penyelenggara yang telah memilih Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan Rakernas BAPOMI. Semoga Rakernas ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga POMNAS XIII DIY 2013 yang akan berlangsung tanggal 24 November hingga 1 Desember 2013 dapat mengangkat prestasi olahraga mahasiswa sebagaimana motto POMNAS tahun ini yaitu Menuju Prestasi Dunia”. Demikian sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra DIY, Drs. Sulistyo, SH.CN., M.Si. dalam pembukaan Rakernas BAPOMI seluruh Indonesia di Hotel UNY, Selasa, 4 Juni 2013.

Lebih lanjut Gubernur DIY mengatakan dalam ajang POMNAS yang mempertandingkan 15 cabang olahraga, akan dilaksanakan berbagai perlombaan dan pertandingan yang berbasis perguruan tinggi. Hal ini merupakan salah satu keistimewaan DIY yang merupakan kota pelajar. Rakernas dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra DIY mewakili Gubernur. Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA memberi penghargaan yang tinggi kepada Belmawa yang telah memilih UNY sebagai institusi yang menjadi tumpuan dalam penyelenggaraan POMNAS 2013.

“Oleh karenanya UNY akan secara total mengawal POMNAS bersama perguruan tinggi lain di DIY” kata Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA.. “Pada POMNAS kali ini akan hadir sekitar 5000 atlet dari seluruh Indonesia, dan penggembira sekitar 5000 orang pula, ini karena Yogyakarta merupakan Indonesia mini di mana suku bangsa dari Sabang sampai Merauke, ada.” Rektor berpesan agar atlet tidak hanya dibimbing secara fisik namun juga secara moral serta tetap menjaga objektifitas dan sportifitas. Dalam Rakernas yang diikuti oleh BAPOMI dari 33 provinsi ini akan dibahas pengesahan peraturan, informasi, dan dokumen penyelenggaraan POMNAS serta menyusun program pembinaan olahraga mahasiswa tahun 2013—2014.

Sementara cabang olahraga yang dipertandingkan adalah atletik, bola basket, bola voli indoor, bola voli pantai/pasir, bulutangkis, catur, futsal, karate, panahan, pencak silat, renang, sepakbola, tae kwon do, tenis lapangan, dan tenis meja yang akan bertempat di UNY, UGM, UII, UPN, STIE YKPN, UIN, dan USD. Para peserta Rakernas juga diajak meninjau lapangan olahraga yang akan digunakan untuk POMNAS di tujuh perguruan tinggi tersebut. Menurut Wakil Rektor III UNY, Dr. Sumaryanto, POMNAS tahun ini akan sangat berbeda dengan kegiatan sebelumnya karena mempertandingkan 15 cabang olahraga yang biasanya hanya 12 cabang. Cabang olahraga yang baru dipertandingkan tersebut adalah sepakbola, panahan, dan bola voli pantai. (dedy)

More Video...